Monday, October 17, 2011

Saya Belajar Merangkum. Ringkasan Buku Menghafal Al-Qur'an. Bagian 1.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
الحمد لله رب العالمين
و الصلاة و السلام على محمد و على اله و أصحابه أجمعين

Tulisan ini lebih cocok bila saya sebut bukan murni rangkuman, melainkan ini adalah catatan pembelajaran saya yang saya share supaya mudah-mudahan ada juga para calon penghafal al-Qur’an lain yang mendapatkan manfaatnya insya Allah. Inilah mengapa saya lebih sering menggunakan kata saya, yang memang mengacu ke saya, ke praktek-praktek yang sudah sukses saya terapkan, dan saya menggunakan kata “Syaikh Az-Zawawi” untuk merujuk ke penulis.

Judul: Revolusi Menghafal Al-Qur’an. Cara Menghafal, Kuat Hafalan dan Terjaga Seumur Hidup (Hasil Riset 40 Tahun)

Penulis: Yahya Abdul Fattah Az-Zawawi (Al-Hafizh)

Penerbit: Insan Kamil

Revolusi Menghafal Al-Qur'an. Cara Menghafal, Kuat Hafalan dan Terjaga Seumur Hidup (Hasil Riset 40 Tahun) oleh Syaikh Yahya Abdul Fattah Az-Zawawi (Al-Hafizh) Penerbit Insan Kamil



Ringkasan Bab 1 Keutamaan al-Qur’an adalah
  1. Hidayah/Petunjuk
  2. Pengobat
  3. Rahmah/kasih sayang
  4. Bentuk perdagangan yang tak akan merugi
  5. Mengangkat kita bersama dengan as-Safarah al-Kiram al-Bararah (para Rasul dan Malaikat)
    Ringkasan Bab 2 Faidah-faidah bagi hafiz (Saya cenderung menggunakan istilah singkat, padat, dan jelas dan mengutamakan asal kata ketimbang terjemahan. Hafiz adalah Penjaga, maksudnya Penghafal al-Qur’an. Bentuk jamak Hafiz adalah Huffaz, yaitu Para Penghafal al-Qur’an). 
    1. Allah سبحانه وتعالى mencintai huffaz.
      1. Merahmati.
      2. Membahagiakan.
      3. Meridhoi.
      4. SurgaNya.
      5. Muslimin untuk huffaz.
    2. Allah سبحانه وتعالى menolong huffaz.
    3. Al-Qur’an memacu semangat dan membuat lebih giat beraktivitas.
    4. Allah سبحانه وتعالى memberkahi huffaz.
    5. Selalu menemani Al-Qur’an merupakan salah satu sebab mendapat pemahaman yang benar.
    6. Doa huffaz tidak tertolak.
    7. Huffaz adalah orang yang memiliki perkataan yang baik.
    Doa
    Ya Allah, jadikanlah semua amalanku ikhlas karena mengharap keridhoanMu semata.
    Ya Allah, aku memohon kepadaMu kebaikan dan kebarakahan dalam setiap waktu yang aku lalui.

    Ringkasan Bab 3 Mengapa saya menghafal al-Qur’an?
    1. Supaya menjadi termasuk Ahli Allah سبحانه وتعالى serta mendapat tempat khusus di sisiNya.
    2. Karena hati yang selalu tertaut dengan al-Qur’an tidak akan disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى.
    3. Supaya kelak al-Qur’an menjadi pemberi syafa’at bagi saya di dalam kubur dan hari kiamat.
    4. Supaya kedua orangtua saya memakai mahkota kemuliaan di hari kiamat kelak.
    5. Supaya mencapai derajat tertinggi di surga kelak.
    6. Supaya al-Qur’an menjadi obat dari segala macam penyakit yang menimpa saya.
    7. Supaya al-Qur’an menolong saya untuk senantiasa mengerjakan shalat malam.
    8. Supaya saya termasuk orang yang banyak berdzikir (mengingat) Allah سبحانه وتعالى.
      Ringkasan Bab 4 Sebab-sebab yang membantu Anda dalam menghafal al-Qur’an
      1. Berdo’alah.
      2. Bertaqwalah kepada Allah سبحانه وتعالى.
      3. Mengikhlaskan niat semata-mata karena Allah سبحانه وتعالى.
      4. Menjalankan kewajiban dan menjauhi perbuatan maksiat.
      5. Mencintai al-Qur’an sepenuh hati.
      6. Mendengarkan bacaan kaset-kaset al-Qur’an.
      7. Berhati-hatilah dari perasaan Riya, Sum’ah dan bisikan-bisikan setan.
      8. Menghafal al-Qur’an dari Mushaf satu cetakan.
      9. Tidak menunda-nunda waktu (at-Taswif) untuk memulai menghafal.
      10. Memperhatikan ayat-ayat yang memiliki kesamaan lafadz.
      11. Membantu menguatkan hafalan dengan shalat.
      Ringkasan Bab 5 Pentingnya Mengetahui Al-Mutasyabihat dalam Al-Qur’an

      Dari -+ 6.000 ayat al-Qur’an ada 2.000 ayat mutasyabihat.
      Berikut ini adalah 6 langkah-langkah/Proses bagaimana Syaikh Az-Zawawi form ayat Mutasyabihat.
      1. Saat menghafal, ketika terhenti/simpang-siur, beri tanda.
      2. Saat muraja’ah, ketemu tandanya.
      3. Sadar atas simpang-siur yang sering terjadi.
      4. Menyusun ayat mutasyabihat (Muraja’ah maksudnya mengulang-ngulang hafalan al-Qur’an / membaca al-Qur’an dari ingatan tanpa membuka dan melihat mushaf al-Qur’an.) disertai dengan tanda-tandanya.
      5. Susunan ayat-ayat tersebut terkumpul dalam buku “Dalil al-Huffadz fi Mutasyabih al-Alfazh”
      6. Contoh-contoh.
      Pesan penting dari Syaikh terdapat di paragraf paling akhir, yaitu:
      Jika dalam buku tersebut Anda tidak menemukan tanda/penjelasan ayat yang Anda terhenti padanya, maka berusahalah dengan cara yang sama dan buatlah sendiri tanda khusus yang akan membantu Anda untuk mengingatnya.
      Ringkasan Bab 6 Metode Menghafal Al-Qur’an

      Contoh Konkrit untuk yang menghafal 1 hari 1 halaman al-Qur’an.
      1. Muraja’ah 4 halaman. Ex. 17, 18, 19, 20, kemudian Menghafal halaman 21.
      2. Besoknya Muraja’ah 4 halaman : 18, 19, 20, 21, kemudian Menghafal halaman 22.
      3. Lusa Muraja’ah 4 halaman : 19, 20, 21, 22, kemudian Menghafal halaman 23.
      4. dst.. jadi untuk 1 halaman diulang 4 kali berturut-turut tiap hari.
      Contoh konkrit saya menghafal 1/2 halaman setiap hari. Perhatikan: Saya membagi menjadi bagian A dan B untuk halaman yang sama.
      1. Muraja’ah 4 bagian. Ex. 20b, 21a, 21b, 22a, jadi 4 bagian ini maksudnya adalah 4 ayat-ayat sebelumnya yang sudah berhasil dihafal, yakni 2:140-143
      2. Kemudian Menghafal 22b, yakni 2:144-145.
      3. Setelah sukses menghafal 22b, saya tutup dengan Muraja'ah 4 bagian halaman sebelumnya, yakni Hal 19-22 ayat 2:120-145
      4. Besoknya Muraja’ah 4 bagian. Ex. 21a, 21b, 22a, 22b, yakni 4 ayat-ayat sebelumnya yang sudah berhasil dihafal kemarin barusan, yakni 2:142-145
      5. Kemudian Menghafal 23a.
      6. dst.. 
      Ingatlah bahwa amal yang kecil namun rutin lebih dicintai Allah daripada besar tapi tidak dikerjakan lagi.

      Ingatlah juga bahwa ilmu, al-Qur’an itu adalah Nur (Cahaya), ia tidak akan masuk pada jiwa yang kotor penuh dosa, perbanyaklah istighfar, zikir pada Allah, shalawat pada seluruh Nabi ‘alaihimussalam. Kalau hati bersih, insya Allah, Allah mempermudah niat ikhlas yang hanya untuk Allah untuk menjadi bagian dari sekian penjaga Al-Qur’an.

      Khusus untuk yang Muraja’ah al-Qur’an, saya bahkan lebih sering mengulang tetap berdasarkan pada awal halaman al-Qur’an, jadi bukan di pertengahan halaman al-Qur’an seperti saya jelaskan pada bagian-bagian al-Qur’an tersebut, demi mengobati rasa rindu saya terhadap hafalan-hafalan al-Qur’an saya.

      Dalam rentang waktu pendek, biasanya setelah berhasil mencapai target hafalan 5 lembar al-Qur’an, disini ada muraja’ah al-Qur’an.

      Contoh, ketika saya berhasil menghafal sampai halaman 22 al-Qur’an maka muraja’ah halaman 2 al-Qur’an s.d halaman 11 al-Qur’an sebanyak minimal 5 kali. 10 kali = Good. 15 kali = Excellent.
      Kemudian dilanjut muraja’ah halaman 12 s.d halaman 22 sebanyak sama dengan kriteria yang sudah saya rangkumkan di satu paragraf sebelumnya di atas.

      Contoh lagi, Saat selesai mencapai target hafalan sampai halaman 31, maka disini ada muraja’ah, lengkap dari halaman 1 s.d. halaman 31. Sebanyak 5x at least. 10x Goood. 15x Eeeeexcellennnnt.

      Setiap bulan harus ada muraja’ah lengkap kira-kira 5 juz (buat yang sudah hafal melebihi 5 juz al-Qur’an).

      Semakin banyak muraja’ah semakin kuat hafalan al-Qur’an.
      1. Perhatikan sebelum mulai menghafal, mulailah dengan memperbaiki bacaan terlebih dahulu.
        1. Saya biasa membantu diri saya sendiri (belajar otodidak) dengan menyimak rekaman Syaikh Imam Haramain (Haramain artinya dua tanah Haram, yaitu Makkah al-Mukarramah (maksudnya Mekah yang berkaromah) dan Madinah al-Munawwarah (maksudnya Madinah yang bercahaya). Mengapa disebut tanah Haram karena kafir dilarang (haram) masuk. Juga di Masjidil Haram ini terlarang membunuh. HAMKA dari tafsir al-Qur’an al-Azhar beliau yang masyhur itu memberikan contoh kalau ada bapak si Banu dibunuh oleh si Dino, maka walau ada kesempatan untuk membunuh si Dino bagi si Banu, tetapi bila pada saat itu mereka sedang berada di Masjidil Haram, maka si Banu tidak akan membunuh Dino. Adat Arab ini masih dipertahankan.) untuk membiasakan dengan ayat-ayat al-Qur’an, walaupun saya sendiri kata orang sudah disebut-sebut Qari sejak saya kecil, itu alhamdulillah ya, jadi untuk saya pribadi saya sudah tidak direpotkan oleh lidah yang kelu untuk makhraj (Makhraj maksudnya tempat keluar huruf. Jadi huruf Arab harus benar penyebutannya supaya membaca al-Qur’an menjadi manis. Kalau dalam bahasa Inggris biasa disebut dengan pronounciation.)  dan tajwid (Tajwid maksudnya ilmu membaca al-Qur’an, panjang pendeknya, tempat berhenti (waqaf), dst.). Begitu. Walau sebutan Qari itu sebenarnya tidak perlu, yang penting itu kalau disebut Allah سبحانه وتعالى, sebutan manusia/makhluk itu tidak penting. Jadi kalau saya stop-stop baca hafalannya, biasanya karena hafalannya yang kurang lancar, anyway.
        2. Buat saudara/i yang belum fasih makhraj dan tajwidnya usahakan untuk mendapatkan guru ngaji yang faham dan fasih bacaannya betul praktik makhraj dan tajwidnya supaya bisa ditekankan betul sebelum memulai kebiasaan aktivitas menghafal al-Qur’an ini.
        3. Saya biasa mendengarkan Imam Ghamdi, Imam Shuraim, Imam Sudais, Imam Ayyub, Imam Mathrut, Imam Hudhaifi, dan banyak lagi lainnya. Tentu tidak sekaligus secara bersamaan. Saya selang-seling. Namun Insya Allah tidak terputus dari aktivitas listening rekaman murattal Imam-Imam ini, supaya terbiasa…
        4. Khusus untuk membantu aktivitas menghafal saya sering mengambil manfaat besar dari situs ehafiz, jadi saya bisa nge-track ayat per ayat yang mau saya simak dengan seksama sepenuh hati dan jiwa penuh konsentrasi.
      2. Sediakan waktu dan tempat yang baik.
        1. Waktu yang paling utama adalah sebelum shalat subuh dan sesudahnya, karena pada waktu-waktu tersebut keadaan pikiran sedang berada pada puncak konsentrasi.
        2. JANGAN SEKALI-KALI ANDA BERGAUL DENGAN ORANG-ORANG FASIK yang lebih mengutamakan perniagaan, harta, dan keluarga mereka daripada cinta pada Allah سبحانه وتعالى, para rasul-Nya, berjihad (termasuk sungguh-sungguh/serius menghafal/menjaga al-Qur’an) di jalan Allah سبحانه وتعالى. QS. 9:24.
        3. Contohlah Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam menjaga al-Qur’an, shalat malam beliau صلى الله عليه وسلم begitu sungguh-sungguh sampai kedua telapak kaki beliau صلى الله عليه وسلم yang mulia bengkak-bengkak, selain setiap malam beliau صلى الله عليه وسلم tidak pernah ketinggalan shalat malam, beliau juga serius mengatur politik dan barisan, berdakwah, dan mengajari umatnya.
      3. Gunakan metode tabulasi catatan emas yang Syaikh Az-Zawawi berikan pada kita. Untuk lebih jelasnya silakan langsung saja Anda dapatkan buku ini di toko-toko buku terdekat Anda.
      4. Tulislah ayat yang Anda hafal sebanyak 5 kali.
      5. Tulislah halaman yang Anda hafal, terutama ayat-ayat mutasyabihat sebanyak 5 s.d 10 kali.
      6. Mungulang-ulang hafalan sebanyak 25 kali, 100 kali, 400 kali.
      7. Tasmi' (Tasmi’ maksudnya memperdengarkan hafalan kepada orang lain.)
      Faidah-faidah Tasmi’
      1. Bertambah giat dan semangat jika memiliki seorang pengawas.
      2. Tasmi’ merupakan salah satu sebab yang menumbuhkan ketekunan untuk senantiasa menghafal al-Qur’an.
      3. Perbaikilah kesalahan-kesalahan Anda sedari awal.
      4. Anda tidak akan lupa pada satu kata yang Anda melakukan kesalahan saat Tasmi’.
      5. Ketika Anda melakukan sekali dua kali kesalahan saat tasmi’ maka pada saat berikutnya Anda akan lebih bersungguh-sungguh.
      6. Anda juga mendapatkan ilmu-ilmu seputar al-Qur’an seperti tajwid, makna kata-kata al-Qur’an, belajar adab/akhlak ustadz.
      7. Dengan menunjukkan semangat/giat menghafal al-Qur’an, Anda sudah menjadi penyeru/pendakwah kepada al-Qur’an dengan perbuatan dan keadaan Anda.
      Nasihat-nasihat penting
      1. Milikilah teman hafiz
        1. Berusahalah memiliki saudara seiman yang Anda mencintainya dan dia pun mencintai Anda.
        2. Anda menjadi penolong/penyemangatnya dan sebaliknya untuk senantiasa menghafal al-Qur’an.
        3. Anda memperdengarkan hafalan Anda dan sebaliknya dan saling membetulkan.
      2. Memiliki Syaikh ahli tajwid.
      3. Mengikuti Halaqah/Perkumpulan al-Qur’an.
      4. Menjauhkan diri sesegera mungkin dari teman-teman yang lainnya.
      5. Menjaga pandangan dan pendengaran.
      6. Memperbanyak shalat sunnah dengan membaca hafalan al-Qur’an.
      7. Mengajarkan menghafal al-Qur’an kepada orang lain.
      8. Selalu minta tolong kepada Allah سبحانه وتعالى dan tawakkal.
      9. Tanyakan pada diri Anda, kapan saya menyelesaikan hafalan harian yang telah saya rencanakan.
      10. Pilih waktu yang tepat untuk menghafal, seperti pada pagi hari.
      11. JANGAN LALAI walau sebentar, bahkan pada saat Anda istirahat, sedang makan, bicara, hati Anda harus terus selalu bersama hafalan al-Qur’an.
      12. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya.
      13. Jangan menghafal saat marah. Jangan menghafal saat sedih. Jangan menghafal saat emosi tidak stabil. Tambahan dari saya:
        1. Jangan makan terlalu banyak / jangan menghafal saat kekenyangan,
        2. Jangan minum terlalu banyak setelah makan kenyang,
        3. Jangan tidur terlalu banyak,
        4. Jangan menghafal saat perut keroncongan.
        5. Saya menemukan saat yang paling mudah menghafal (termasuk juga mengulang-ulang hafalan/muraja’ah) pada saat perut saya tidak lapar, tidak juga kekenyangan, tidak capek, saat malam jam 1 hingga sebelum shalat subuh maupun sesudahnya di saat subuh. Semua itu hanya bisa dilakukan kalau Allah سبحانه وتعالى menghendaki. Maka banyak-banyaklah berdoa supaya Dia سبحانه وتعالى jagakan kita sambil juga kita berusaha.
      Ringkasan Bab 7 Teknik Ber-Muraja’ah (Mengulangi) Hafalan Al-Qur’an
      Syaikh Az-Zawawi menggolongkan kedalam 5 fase/tahap
      1. 3 bulan
      2. 1 1/2 bulan
      3. 1 bulan
      4. 1/2 bulan
      5. Seminggu = Famiy bisyawq
      Untuk tabel pengulangan lebih lengkap bisa dilihat di buku beliau. Selesai.

      الحمد لله رب العلمين

      Sesungguhnya bila ada yang benar dari tulisan belajar merangkum saya ini, semua kebenaran itu datangnya dari Allah سبحانه وتعالى. Dan bila ada yang salah maka itu adalah kesalahan dari saya dan syaithan terkutuk.

      أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
      بسم الله الرحمن الرحيم
      و العصر إن الإنسان لفى خسر إلا الذين امنوا و عملوا الصلحت و توا صوا بالحق و توا صوا بالصبر
      سبحنك اللهم و بحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك و أتوب إليك

      3 comments:

      1. Terimakasih,, MasyaAllah buku ini sangat bermanfaat sekali
        Kata yang paling mengena di hati saya "Jangan menunda-nunda pekerjaan"
        Hal ini memotivasi saya untuk terus menghafal dan muraja'ah,,,

        ReplyDelete
      2. Mengenai pemunuhan ayah si Banu apakah ada dalam bukunya?

        ReplyDelete
      3. Kalo boleh tau profil syekh yahya abdul fattah az zawawi

        Ada yang tau gak

        ReplyDelete

      Perhatikan pesan Rasulullah ﷺ berikut!

      Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضى الله عنه , bahwa

      Rasulullah ﷺ bersabda, yang artinya:

      “Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga perkara pula.

      Allah meridhai kalian bila kalian:
      (1) Hanya beribadah kepada Allah semata,
      (2) Dan tidak mempersekutukan-Nya,
      (3) Serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya, dan janganlah kalian berpecah belah

      Dan Allah membenci kalian bila kalian:

      (1) Suka qiila wa qaala (berkata tanpa dasar),
      (2) Banyak bertanya (yang tidak berfaedah),
      (3) Menyia-nyiakan harta”

      (HR. Muslim no. 1715)

      Pengasuh-Pengasuh Penghafal Qur'an berhak tidak memunculkan komentar yang tidak sesuai dengan pesan
      Rasulullah ﷺ di atas.